Honey & Smoke membawa konsep open-fire bistro ke salah satu ruas paling sibuk di pusat Ubud. Dapur mengandalkan arang dan kayu bakar untuk flatbread, sayuran, seafood, pasta, daging, dan berbagai piring sharing. Karakter makanannya mengambil banyak inspirasi dari Persia, Mediterania Timur, dan kawasan Eropa Selatan, tetapi menunya cukup luas untuk tidak terasa seperti steakhouse atau restoran regional yang sangat sempit.
Lokasinya berada di Jalan Monkey Forest No.67B, tidak jauh dari Ubud Palace dan area pusat kota. Di lantai bawah, suasana lebih terbuka dan dekat dengan aktivitas jalan. Lantai atas dibentuk seperti bar carriage bergaya perjalanan era 1920-an, lengkap dengan detail interior yang membuat makan malam terasa berbeda dari bistro kayu bakar biasa.
Api menjadi pusat cara memasak
Honey & Smoke dibangun dengan satu ide yang mudah dipahami: banyak bahan bertemu langsung dengan api. Flatbread dimasak di atas bara, sayuran dibakar, ikan dan daging masuk ke grill, sementara beberapa hidangan menggunakan elemen asap sebagai bagian dari proses memasak.
Pendekatan ini memberi menu benang merah yang jelas meski asal inspirasinya luas. Za’atar, harissa, sumac, tahini, pomegranate, yoghurt, olive, dan herbs muncul berdampingan dengan miso, wakame, gochujang, sambal hijau, atau teknik yang lebih dekat dengan Asia. Hasilnya bukan satu cuisine yang kaku, melainkan bistro yang menggunakan fire cooking sebagai bahasa utama.
Untuk kunjungan pertama, cara memesan yang paling masuk akal adalah tidak terlalu fokus pada satu hidangan utama. Beberapa hidangan kecil untuk berbagi, satu atau dua hidangan wood-fired, side hidangan, lalu dessert akan lebih mencerminkan karakter restoran yang memang dirancang untuk berbagi.
Menu berbagi memberi pilihan paling luas
Menu sharing dimulai dari breads dan dips seperti Turkish flat bread, hummus, spinach borani, dan mezze hidangan. Setelah itu pilihan bergerak ke salad, seafood, cured meat, goreng hidangan, pasta, pizzetta, steak, sampai wood-fired proteins.
Beberapa piring kecil berada di kisaran Rp70 ribu sampai Rp200 ribuan. Ada prawn tostada, grilled scallops, grilled chicken skewers, whipped mortadella on brioche, tuna sashimi, fritto misto, Turkish pide, tempura zucchini flowers, beef tartare, burrata, hingga marinated octopus.
Pasta memberi jalur makan yang lebih familier. Pilihannya mencakup fusilli dengan tomat dan burrata, amatriciana dengan daging babi heritage asap, spaghetti tinta cumi, cacio e pepe dengan tartare sapi, pappardelle dengan daging domba yang dimasak perlahan, serta gnochetti panggang dengan daging babi asap dan bolognese brisket sapi.
Untuk meja yang ingin porsi lebih besar, bagian wood-fired menawarkan soy glazed peppercorn chicken, confit sumac snapper, Moroccan paella, swordfish, lamb skewer, seabass, pork tomahawk, slow-cooked oxtail, beef cheek agnolotti, dan aged roasted duck. Satu ribeye juga tersedia untuk tamu yang memang ingin steak.
Feed Me menjadi pilihan paling praktis untuk kunjungan pertama
Honey & Smoke menyediakan Feed Me menu seharga Rp560 ribu++ per orang dengan minimum dua tamu. Format ini cocok untuk orang yang ingin mencoba karakter restoran tanpa menyusun pesanan satu per satu dari menu yang cukup panjang.
Rangkaian Feed Me yang tersedia mencakup spinach borani dengan Turkish flat bread, tuna crudo, beef cheek agnolotti, aged roasted duck dengan chorizo sausage, mujadara rice dan smoked eggplant, lalu burnt Basque passion buah cheesecake sebagai penutup.
Nilai utama format ini bukan sekadar jumlah hidangan. Pilihannya bergerak dari dip dan bread menuju raw seafood, pasta, protein besar, lalu dessert. Karena alurnya sudah tersusun, Feed Me lebih mudah untuk pasangan atau grup kecil yang ingin satu makan malam lengkap tanpa terlalu banyak keputusan.
Kebutuhan diet tertentu dapat diakomodasi selama memungkinkan. Menu juga memberi penanda untuk pilihan vegetarian serta beberapa kebutuhan seperti gluten-free, dairy-free, nut-free, dan shellfish-free. Untuk alergi yang serius, kebutuhan tersebut tetap sebaiknya disampaikan sebelum datang.
Early Bird memberi format makan malam dengan anggaran lebih terkendali
Bagi tamu yang bisa datang lebih awal, Honey & Smoke memiliki Early Bird menu set setiap hari pukul 17.30 sampai 19.00. Harga yang tampil pada menu khususnya berada di sekitar Rp400 ribu++ per orang dengan minimum dua orang.
Tentukan ini mencakup whipped mortadella on brioche, tuna sashimi, amatriciana, char-grilled lamb skewer, dan char-grilled ceciwis. Pilihannya cukup representatif karena mencakup small hidangan, seafood, pasta, grilled meat, dan sayuran.
Early Bird menjadi pilihan menarik jika tujuan utama adalah mencoba fire-driven makan malam tanpa langsung masuk ke Feed Me atau memesan banyak piring a la carte. Selisih budgetnya cukup terasa, terutama untuk dua orang yang juga ingin menambah minuman atau dessert.
Makan siang punya karakter lebih santai
Makan siang berlangsung pukul 12.00 sampai 17.00. Selain bagian sharing, pasta, dan wood-fired, menu siang memiliki signature burger yang lebih mudah dipilih untuk makan cepat atau kunjungan yang tidak terlalu panjang.
Pilihannya antara lain falafel burger, pork burger dengan bumbu Bali dan lawar, Korean chicken burger, hay-smoked Angus beef cheeseburger, serta soft shell crab burger. Harga burger berada sekitar Rp130 ribu sampai Rp180 ribu pada menu yang tersedia.
Makan siang juga mempertahankan steak, grilled chicken, lamb skewer, swordfish, vegetables, dan dessert. Karena itu, datang siang tidak berarti kehilangan karakter open-fire restoran; hanya formatnya lebih fleksibel untuk orang yang ingin satu piring utama daripada makan malam panjang dengan banyak hidangan untuk berbagi.
Vegetarian tetap punya ruang
Meski nama Honey & Smoke mudah diasosiasikan dengan grilled meat, menu tidak hanya berputar di sekitar daging. Turkish flat bread, hummus, spinach borani, mezze hidangan, beberapa salad, fusilli, Roman-style carbonara tanpa meat, Margherita pizzetta, pumpkin pizzetta, wood-roasted carrots, charred pumpkin, cauliflower shawarma, dan beberapa dessert diberi penanda vegetarian.
Untuk meja campuran, ini membantu karena satu restoran dapat melayani orang yang ingin ribeye atau duck sekaligus tamu yang lebih memilih sayuran, bread, dip, pasta, dan dessert.
Namun menu menggunakan banyak dairy, nuts, seafood, dan meat di dapur yang sama. Vegetarian tidak sama dengan vegan atau alergi-safe, jadi kebutuhan yang lebih ketat tetap perlu dikomunikasikan secara khusus.
Anggaran a la carte sangat bergantung pada cara berbagi
Harga menu bergerak cukup lebar. Bread dan beberapa side hidangan berada mulai sekitar Rp50 ribuan sampai Rp100 ribuan. Hidangan kecil untuk berbagi umumnya sekitar Rp70 ribu sampai Rp200 ribuan. Pasta dan pizzetta banyak berada sekitar Rp125 ribu sampai Rp225 ribu.
Wood-fired hidangan utama berada kira-kira dari Rp180 ribuan sampai mendekati Rp400 ribu untuk beberapa pilihan besar, sementara ribeye tercantum Rp550 ribu. Dessert bergerak sekitar Rp75 ribu sampai Rp125 ribu.
Semua harga menggunakan satuan ribuan rupiah dan dikenai 10 persen pajak pemerintah serta 7,5 persen biaya layanan. Karena itu, satu meja yang memesan banyak hidangan kecil untuk berbagi, premium protein, cocktail, dan wine dapat mencapai total jauh di atas Feed Me atau Early Bird.
Untuk pasangan, memilih satu format utama sejak awal membuat anggaran lebih mudah dikendalikan: Early Bird untuk makan malam lebih ringkas, Feed Me untuk pengalaman lengkap, atau a la carte sharing jika ingin memilih sendiri.
Speakeasy train carriage membuat lantai atas punya suasana berbeda
Salah satu elemen yang paling membedakan Honey & Smoke adalah lantai atas yang dibentuk seperti train carriage bergaya 1920-an. Luggage racks, kayu, detail vintage, dan elemen perjalanan membangun nuansa speakeasy yang lebih teatrikal daripada lantai bawah.
Area utama di bawah menampung sekitar 38 tamu, sedangkan bar carriage di atas sekitar 43 tamu. Perbedaan kapasitas dan bentuk ruang membuat kunjungan bisa terasa berbeda tergantung tempat duduk.
Jika tujuan utamanya adalah makan malam dengan suasana lebih intim atau minum setelah makan, lantai atas menjadi bagian yang menarik untuk dipertimbangkan. Sebaliknya, lantai bawah lebih dekat dengan dapur terbuka dan ritme Jalan Monkey Forest.
Makan siang, makan malam, dan jam operasional
Honey & Smoke melayani layanan makan sepanjang hari setiap hari. Makan siang berjalan pukul 12.00 sampai 17.00, sedangkan makan malam berlangsung pukul 17.00 sampai 22.00. Informasi tempat juga mencantumkan operasional keseluruhan sampai sekitar pukul 23.00.
Early Bird hanya tersedia pada jendela pukul 17.30 sampai 19.00. Karena format ini punya waktu yang spesifik, datang terlambat dapat membuat pilihan berpindah ke Feed Me atau a la carte.
Jam operasional dan program menu set dapat berubah, terutama untuk event atau periode liburan. Reservasi tetap masuk akal jika memiliki sasaran waktu tertentu atau datang bersama grup.
Lokasi sangat praktis untuk rencana perjalanan pusat Ubud
Alamatnya di Jl. Monkey Forest No.67B membuat Honey & Smoke mudah digabungkan dengan aktivitas di pusat Ubud. Ubud Palace, pasar, Jalan Raya Ubud, dan berbagai toko berada relatif dekat dari koridor ini.
Untuk wisatawan yang menginap di pusat kota, lokasi tersebut mengurangi kebutuhan melakukan perjalanan jauh ke Sanggingan, Sayan, atau Lodtunduh hanya untuk makan malam. Namun lalu lintas Jalan Monkey Forest bisa padat, sehingga kendaraan tetap memerlukan waktu lebih panjang daripada yang terlihat dari jarak.
Area parkir pusat Ubud dapat menjadi opsi jika akses langsung di sekitar restoran sedang padat. Untuk tamu yang berjalan kaki dari pusat Ubud, lokasi ini termasuk salah satu yang lebih mudah dijangkau di antara restoran makan malam berkonsep kuat.
Profil pengunjung yang paling sesuai untuk Honey & Smoke
Honey & Smoke paling cocok untuk orang yang menyukai shared dining, fire cooking, grill, pasta, cocktail, dan interior dengan karakter kuat. Tempat ini juga fleksibel untuk pasangan, grup kecil, atau makan malam bersama teman karena menu tidak memaksa semua orang memilih steak atau protein yang sama.
Early Bird cocok untuk orang yang ingin pengalaman lebih terstruktur dengan anggaran lebih ringan. Feed Me lebih sesuai untuk kunjungan pertama yang ingin melihat spektrum menu. A la carte sharing paling menarik untuk meja yang sudah tahu piring mana yang ingin dicoba.
Vegetarian juga memiliki cukup banyak pilihan, sementara penggemar daging tetap mendapat ribeye, lamb, duck, oxtail, pork, dan berbagai protein dari grill. Kombinasi tersebut membuat Honey & Smoke berada di tengah antara grill house, modern bistro, dan cocktail-driven makan malam tempat.
Posisi Honey & Smoke dalam kuliner Ubud
Ubud memiliki banyak restoran dengan karakter yang sangat berbeda. Fine dining seperti Mozaic dan Locavore NXT menggunakan tasting menu sebagai struktur utama. Honey & Smoke bergerak ke arah yang lebih santai: makanan berbasis api, hidangan untuk berbagi, menu set, dan bar dengan suasana speakeasy.
Untuk pembaca Pia Legong yang sedang membandingkan tempat makan malam di Ubud, kekuatan Honey & Smoke terletak pada fleksibilitas. Tamu bisa datang untuk burger saat makan siang, memilih Early Bird sebelum malam semakin ramai, mengambil Feed Me untuk makan malam lengkap, atau menyusun sendiri meja sharing dengan pasta, seafood panggang, meat, vegetables, dan dessert.
Jika yang dicari adalah open-fire dining tanpa formalitas tasting menu panjang, Honey & Smoke memberi pilihan yang cukup jelas di pusat Ubud. Api menjadi benang merah, tetapi variasi menu dan format makan membuat pengalaman tidak berhenti pada steak dan smoke saja. Pia Legong bisa dijadwalkan setelah kunjungan ke Honey & Smoke di Ubud, supaya agenda oleh-oleh dan waktu menikmati Honey & Smoke Ubud tidak saling berebut ruang.
