Foto ilustrasi kuliner untuk MASONRY. Uluwatu

MASONRY. Uluwatu: Mediterranean Grill, Wood-Fired Menu, dan Open Kitchen di Pecatu

MASONRY. Uluwatu berada di Jalan Labuansait, Pecatu, membawa pendekatan Mediterranean grill dari brand MASONRY. ke Bukit. Lokasinya buka setiap hari mulai pukul 12.00 sampai malam dan dirancang dengan dapur terbuka yang membuat proses memasak menjadi bagian dari suasana.

Karakter dapurnya dibangun dari teknik yang cukup klasik: wood fire grilling, smoking, pickling, curing, fermenting, dan cheese making. Alih-alih membuat menu terlalu rumit, banyak hidangan menggunakan sedikit bahan tetapi memberi perhatian besar pada teknik, smoke, char, acidity, dan texture.

Wood fire menjadi benang merah menu

Rombongan Chef Benjamin Cross menempatkan wood fire dan smoking sebagai bagian utama cara memasak. Karena itu, flatbread, meat, seafood, dan vegetables punya hubungan yang jelas meski berasal dari kategori berbeda.

Wood-fired bread menjadi salah satu bagian yang cukup penting. Ia bisa dimakan dengan hummus, curd, cheese, atau dips, lalu menjadi pembuka sebelum berpindah ke hidangan kecil untuk berbagi dan hidangan utama.

Hidangan kecil untuk berbagi cocok untuk memulai makan malam dengan berbagi

Menu menggunakan banyak format kecil yang memang mudah dibagi. Goats curd dengan pear jam, halloumi dengan honey dan mint, cured meats, smoked tuna dip, rasa pedasd cauliflower, dan wood-fired flatbread memberi beberapa arah rasa tanpa langsung masuk ke hidangan utama berat.

Untuk dua orang, memesan dua sampai tiga hidangan kecil untuk berbagi sebelum hidangan utama biasanya lebih mencerminkan gaya MASONRY. daripada setiap orang hanya mengambil satu hidangan besar.

MASONRY. tidak hanya mengandalkan grill. Dapur juga menggunakan proses pickling, curing, fermenting, dan pembuatan cheese untuk membangun acidity dan umami di sekitar hidangan utama.

House-cured meats seperti chilli dan fennel salami atau wagyu beef pastrami memperlihatkan bahwa charcuterie bukan sekadar produk yang dibeli untuk platter. Begitu juga dengan curd dan cheese yang menjadi bagian dari appetizer maupun side.

Uluwatu location menampilkan seafood berkualitas tinggi sebagai bagian penting menu. Seared swordfish dengan romesco, leek, almond, dan herbs menjadi salah satu contoh yang diperkenalkan khusus untuk outlet ini.

Barramundi fillet dengan smoked tomato dan cardamom memberi arah yang lebih hangat dan smoky. Untuk tamu yang tidak ingin red meat, kombinasi seafood dengan vegetables dan wood-fired bread sudah cukup membentuk makan malam lengkap.

Lamb dan slow-cooked beef cocok untuk meja yang ingin menu lebih berat

Lamb Kleftiko dengan anchovy, potato, dan oregano menjadi salah satu menu yang dibawa ke Uluwatu. Ada pula wood-roasted lamb shoulder dengan yoghurt, cumin, dan salsa verde.

Untuk beef, 48-hour slow-cooked short rib dengan chimichurri, sherry vinegar glaze, dan garam laut menunjukkan pendekatan yang lebih panjang daripada sekadar grill cepat. Hidangan seperti ini lebih cocok dijadikan anchor satu meja lalu ditemani hidangan kecil untuk berbagi serta sides.

rasa pedasd cauliflower dengan pomegranate dan pine nuts, broccoli dengan mint dan almonds, serta berbagai vegetable hidangan memberi ruang untuk meja yang ingin mengurangi fokus pada meat.

Karena teknik memasak menggunakan char, smoke, acid, dan herbs, vegetable hidangan tetap berada dalam bahasa rasa yang sama dengan meat dan seafood.

Wood Fired Bread Pudding menjadi salah satu dessert yang ikut dibawa ke Uluwatu. Ini menjaga kesinambungan dari bread dan fire yang sudah muncul sejak awal makan.

Seasonal tarts dan sorbets memberi pilihan lebih ringan jika hidangan utama sudah cukup berat. Untuk sharing makan malam, satu dessert dapat menjadi penutup tanpa membuat makan terasa terlalu panjang.

Dessert, cocktail, dan jam buka memperpanjang pengalaman

MASONRY. memiliki beberapa signature minuman dari brand utamanya. The Sicilian menggunakan gin, blood orange, agave, citrus, mint, dan tonic, sementara Margarita A La MASONRY memakai tequila, lime, dan pomegranate.

Outlet Uluwatu juga dirancang untuk mengembangkan minuman eksklusif sendiri. Karena buka sampai malam, fungsi tempat bergerak dari makan siang menuju makan malam dan drinks tanpa perlu berganti tempat.

Dapur terbuka memberi tamu hubungan yang lebih langsung dengan grill, bread, dan plating. Ini sesuai dengan pendekatan by hand yang menjadi bagian dari identitas MASONRY.

Untuk orang yang menyukai proses memasak, memilih posisi yang masih bisa melihat dapur memberi konteks tambahan. Namun tamu yang ingin percakapan lebih tenang dapat memilih area yang sedikit menjauh dari pusat aktivitas.

Lokasi di Labuansait mudah digabungkan dengan rencana perjalanan Uluwatu

Alamatnya di Jl. Labuansait No.10, Pecatu. Koridor ini cukup strategis untuk tamu yang berpindah antara Padang Padang, Bingin, Suluban, dan berbagai area Uluwatu.

Karena berada di jalur utama, akses relatif mudah, tetapi lalu lintas Bukit pada sore dan malam tetap dapat memengaruhi waktu perjalanan.

Perkiraan anggaran yang perlu dipikirkan

Daftar bisnis lokal menempatkan MASONRY. Uluwatu di kelas sekitar Rp250 ribu ke atas per orang, tetapi total sangat bergantung pada jumlah hidangan untuk berbagi, hidangan utama, cocktail, dan wine.

Karena menu aktif lebih banyak disajikan secara visual dan dapat berubah, lebih aman memperlakukan tempat ini sebagai mid-to-upper restoran kasual daripada mengunci anggaran pada satu harga hidangan lama.

Profil pengunjung yang paling sesuai untuk MASONRY. Uluwatu

MASONRY. cocok untuk tamu yang menyukai Mediterranean-inspired makanan, wood fire, handmade bread, cured meats, seafood, lamb, dan cocktail. Tempat ini juga cocok untuk grup kecil karena menu naturally mendukung sharing.

Ia kurang cocok jika tujuan utama adalah sunset cliff view. Daya tarik MASONRY. justru berada pada dapur, dapur terbuka, grill, dan menu, bukan pada posisi tebing yang dramatis seperti beberapa tempat lain di Uluwatu.

Untuk pembaca Pia Legong, perbedaan ini penting. Pilih MASONRY. ketika makanan menjadi alasan utama keluar malam: mulai dengan bread dan hidangan kecil untuk berbagi, tambahkan seafood atau daging yang dimasak perlahan, lalu tutup dengan dessert dan cocktail. Struktur seperti itu lebih sesuai dengan karakter tempat daripada datang hanya untuk mengambil satu hidangan utama.

MASONRY. Uluwatu buka mulai pukul 12.00 sampai larut setiap hari. Jam ini membuat tempat dapat dipakai untuk makan siang menjelang sore, makan malam lebih awal, maupun makan malam yang berlanjut ke cocktail tanpa harus berpindah tempat.

Reservasi menjadi lebih berguna ketika datang pada jam makan malam atau bersama grup, karena format sharing bekerja lebih baik jika jumlah tamu sudah jelas sejak awal. Dengan begitu, bread, hidangan kecil untuk berbagi, seafood, dan besar hidangan dapat disusun bertahap tanpa membuat meja memesan terlalu banyak.

Untuk makan siang, pilihan bread, cheese, seafood, dan hidangan kecil untuk berbagi dapat terasa lebih ringan. Menjelang malam, daging yang dimasak perlahan, lamb, cocktail, dan wine menjadi lebih sesuai dengan ritme tempat yang semakin hidup.

Berbagi membantu mengontrol jumlah pesanan dan anggaran

Karena banyak menu bergerak dari bread dan dip menuju hidangan kecil untuk berbagi lalu besar hidangan, satu meja tidak perlu memesan satu hidangan utama untuk setiap orang sejak awal. Dua orang dapat memulai dengan bread, satu cheese atau cured meat, dua hidangan kecil untuk berbagi, lalu menilai apakah masih membutuhkan satu hidangan besar.

Pola seperti ini bukan hanya lebih sesuai dengan karakter menu, tetapi juga membantu anggaran tetap terkendali. Cocktail dan wine dapat menaikkan bill cukup cepat, sehingga menyusun makanan bertahap lebih praktis daripada memesan semua sekaligus.

Halloumi, curd, hummus, cauliflower, vegetable sides, tarts, dan sorbet memberi ruang untuk tamu yang tidak berfokus pada meat. Namun karena dapur juga menangani seafood, cured meats, dan dairy, kebutuhan vegan atau alergi tetap sebaiknya dikonfirmasi sebelum datang. Pia Legong bisa dijadwalkan setelah kunjungan ke MASONRY. Uluwatu di Uluwatu, supaya agenda oleh-oleh dan waktu menikmati MASONRY Uluwatu tidak saling berebut ruang. Uluwatu di Uluwatu, supaya agenda oleh-oleh dan waktu menikmati MASONRY Uluwatu tidak saling berebut ruang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *